Pundak Pertama
Sinopsis
Lahir 11 September 1995 sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Bimo tumbuh menjadi "pundak" bagi semua orang: orang tua, dua adik, istri dan anaknya, bahkan mertua. Kisah panjang generasi sandwich Indonesia — tentang mimpi yang dikorbankan, lelah yang tak boleh terlihat, dan cinta yang diam-diam menopang segalanya.
Beri rating
Ketuk bintang untuk memberi rating.
Daftar Chapter (94)
1. 11 September 1995
2. Tulang Punggung Cadangan
3. Surat Penerimaan yang Dilipat
4. Sekolah Malam
5. Pos Ronda
6. Satu Tangga
7. Tamu dari Yayasan
8. Syarat dari Yayasan
9. Tiga Bulan
10. Api di Cikarang
11. Jam Setengah Sebelas Malam
12. Gelang Ibu
13. Senin Pukul Enam
14. Kamar Tujuh
15. Gelang yang Tak Kembali
16. Ujian Tengah
17. Malam Terpanjang
18. Ruang Tunggu
19. Yang Belum Terjual
20. Tiga Puluh Hari
21. Amplop di Bawah Kasur
22. Suara Bude
23. Empat Juta Lima Ratus Ribu
24. Tujuh Hari
25. Melepas yang Digenggam
26. Nomor Tak Dikenal
27. Malam Operasi
28. Pasangan Gelang
29. Kalimat untuk Bagas
30. Tiga Kata
31. Pulang
32. Tiga Piring di Lantai Kos
33. Harga yang Tidak Masuk Akal
34. Alamat di Kertas Kuning
35. Tiga Hari yang Panjang
36. Gudang dan Anak Kecil Itu
37. Di Ambang Pintu
38. Fajar di Depan Gudang
39. Surat-surat yang Tak Pernah Dikirim
40. Keputusan di Meja Bambu
41. Satu Ketukan
42. Ruangan Pak Dharma
43. Pulang, Lagi
44. Yang Bude Sembunyikan
45. Kamar Nenek
46. Nomor Empat Belas
47. Isi Kotak Kayu
48. Surat-surat yang Tak Pernah Terkirim
49. Pulang Membawa Nama
50. Surat untuk Minah
51. Ketukan Pelan-pelan
52. Lunas
53. Kamar yang Kembali Bernapas
54. Hal yang Kupinggirkan Delapan Tahun
55. Lampu yang Tetap Menyala
56. Jawaban
57. Lampu-Lampu Kampung
58. Giliran Bersandar
59. Hasil di Balik Map
60. Ruang Tunggu
61. Dua Pundak
62. Tiga Bulan, Satu Jawaban
63. Tiga Bulan yang Dijalani
64. Langkah Ketiga Puluh Satu
65. Langkah yang Dijemput
66. Rumah yang Lengkap Lagi
67. Dua Kota, Satu Janji
68. Surat Tiga Puluh Tahun
69. Sudut untuk Nadia
70. Dua Telepon
71. Angka di Atas Meja
72. Anak Pertama Juga Manusia
73. Tiga Bulan, Bukan Selamanya
74. Jawaban untuk Hari Sabtu
75. Jalan Pagi di Ujung Gang
76. Ayah yang Bicara Duluan
77. Yang Disimpan Ibu
78. Jadwal yang Ditata Ulang
79. Langkah Pertama Ibu
80. Percakapan Setelah Ayah Tidur
81. Jari yang Kaku di Pagi Hari
82. Jahitan Pertama yang Pelan
83. Malam yang Belum Selesai
84. Senin yang Dijaga Diam-Diam
85. Rabu, Mesin, dan Amplop Tua
86. Surat yang Disimpan Ayah
87. Pagi Setelah Surat Dibaca
88. Lipatan Terakhir dan Kotak Kayu
89. Kalimat yang Belum Selesai
90. Ruangan di Belakang
91. Dinding yang Basah
92. Selasa di Puskesmas
93. Obat yang Diminum Pelan-pelan
94. Hujan Pertama Setelah Atap Diperbaiki
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!